Tampilkan postingan dengan label Perkamen Kisah2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkamen Kisah2. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

Perjalanan Gulliver

Jonathan Swift menulis buku Perjalanan Gulliver karena ia ingin menyindir (mempermainkan) kebodohan dan kedunguhan ras manusia. Pertama kali buku ini diterbitkan pada tahun 1726.




Ceritanya begini..


Dahulu kala di negara Inggris ada seorang dokter muda bernama Guliver. Ia senang berlayar ke negara yang sangat jauh. Hingga pada suatu saat, ketika ia berlayar, datang angin topan yang sangat dahsyat. Semua orang yang naik kapal tersebut terlempar ke laut. Guliver terus berenang di antara ombak yang bergulung-gulung. Akhirnya ia terdampar di sebuah pantai. Ketika ia membuka matanya, tubuhnya telah diikat dengan tali kecil dan banyak prajurit-prajurit kecil yang membawa tombak mengelilinginya. "Jangan bergerak! Lihatlah keadaanmu!" "Hai laki-laki raksasa, siapakah kau sebenarnya ?". "Namaku Guliver, kapal yang aku naiki tenggelam dan aku terdampar disini." "Baiklah, kau akan kami bawa ke Istana." Kemudian prajurit-prajurit kecil mengangkat dan menaikkan Guliver ke atas kendaraan raksasa yang ditarik kuda-kuda kecil.

Setelah tiba di Istana dan tali-tali yang mengikatnya dilepaskan, Guliver menceritakan kejadian yang menimpa diri dan kapalnya kepada raja. "Baiklah, kau boleh tinggal disini asal kau berkelakuan baik dan sopan", kata sang Raja. Setelah itu raja menyuruh pelayannya untuk menyiapkan hidangan untuk Guliver. "Sebagai rasa hormat saya, saya ingin memberikan hadiah kepada Baginda," kata Guliver sambil mengeluark

an sebuah pistol dan mencoba menembakkannya. Door!! Orang-orang di kota tersebut terkejut dan berlarian mendengar suara pistol Guliver. "Hm.. meriam yang hebat,"kata Raja.
Keesokan harinya, Guliver berjalan berkeliling kota setelah diijinkan oleh Raja. Guliver merasa sedang berjalan diantara gedung-gedung yang bagaikan mainan. Guliver semakin akrab dengan penduduk-penduduk di lingkungan Istana. Guliver memberikan kenang-kenangan berupa sebuah jam kepada mereka. Suatu hari, Raja datang dengan putrinya untuk berunding. Raja merasa bingung karena raja negeri tetangga ingin menikah dengan putrinya. Tetapi putrinya tidak menginginkannya. Namun, jika permintaan tersebut ditolak, raja negeri seberang mengancam akan datang menyerang. "Baiklah, aku akan berusaha menolong, Tuanku." Guliver minta disediakan tali-tali yang diberi kail pada ujungnya. Ketika ia pergi ke pelabuhan, kapal-kapal musuh sudah berjejer di tengah laut. Guliver pergi ke arah kapal itu. Tiba-tiba ia diserang dengan panah-panah kecil yang tidak terasa dibadan Guliver. Ia hanya menutup matanya dengan tangan agar panah-panah itu tidak mengenai matanya. Guliver menarik kapal-kapal musuh ke pelabuhan. "Hidup Guliver!", "Hebat! Guliver sangat kuat." Akhirnya raja negeri tetangga memohon maaf dan berjanji tidak akan berperang lagi dan akan menjalin persahabatan.


Swift menggunakan cerita ini untuk menyindir orang Katolik dan Protestan pada zamannnya yang mempertengkarkan persoalan kecil dalam agamanya yang dirasanya tidak penting..


Gulliver di Brobdingnag
Gulliver kemudian berlayar ke Brobdingnag, yakni sebuah negara raksasa yang menghinanya karena ia sangat kecil. Mereka memasukkannya ke dalam kurungan dan memperlakukannya seperti hewan pertunjukan, 




















Lalu Ia melarikan diri ke Laputa, yakni sebuah pulau terbang penuh dengan profesor yang kepalanya dipenuhi dengan asap.












Dan kemudian ia mengakhiri perjalanannya di Tanah Houyhnhnms. Negara ini dijalankan oleh kuda-kuda yang bijaksana dan pandai, yang pembantu-pembantunya adalah hewan seperti manusia yang brutal dan kotor yang disebut Yahoo.



Peri

            Kata ‘peri’ berarti ‘makhluk yang mempesonakan’dan ada banyak macam peri : piksi (dewi), hantu goblin, jin dan leprekon (jin jahat). Mereka tinggal di hutan dan lading, atau di kerajaan sihir yang tidak pernah dilihat manusia. Seorang peri yang menyukai manusia menggunakan sihir untuk membantu mereka. Peri yang tidak menyukai manusia membuat hidup manusia itu menderita.
           
Piksi (dewi)
            Piksi (atau peri dongeng) adalah seperti manusia amat kecil yang bersayap. Kadang – kadang ketika kita melihat sorotan cahaya matahari masuk ke dalam kamat, kita akan melihat bintik-bintik debu yang menari dalam sorotan tersebut. Mungkin beberapa orang dewasa dan anak-anak dulu mengira ini adalah piksi. Kebanyakan Piksi dalam cerita ramah kepada manusia. Kadang – kadang piksi tersebut berkumpul di sekita bayi yang baru lahit, menggoyangkan debu bintang dati tongkat sihirnya untuk memberi keberuntungan yang baik, kecantikan, dan kebahagiaan. Banyak orang dalam cerita dongen peri mempunyai teman piksi atau ‘ibu peri’, yang menggunakan mantera sihir untuk membantu mereka. Beberapa anak masih percaya dengan dongeng semacam ini. Mereka mengatakan bahwa jika gigi kita tanggal dan kita menaruhnya di bawah bantal ketika tidur, makan ‘peri gigi’ akan mengambilnya dan meninggalkan uang logam perak sebagain penggantinya.

Hantu Goblin, dan Jin
            Hantu Goblin (atau hantu kerdil) adalah kata lain untuk imp (yakni setan mini yang jahat). Elf atau jin adalah kata Inggris lama untuk ‘arwah’, dan di dalam cerita dongeng jin yang baik tidak berurusan dengan manusia, maka jin jahatlah yang pernah dilihat manusia.Ketika bayi manusia dilahirkan, mereka mencoba mencurinya dan menggantikannya dengan anak mereka. Manusia berkembang di kawasan hantu goblin, dan goblin tumbuh diantara manusia, menggerutu, berwajah macam dan jahat. Hantu goblin dan jin senang bermain muslihat terhadap manusia. Mereke mengubah susu menjadi pahit, menggigit kue yang dibiarkan agar dingin, dan menimbulkan suara- suara untuk menakuti – nakuti orag yang tidur di malam hari.
 
Leprikon (jin jahat)
            Leprikon datang dari Irlandia. Mereka adalah jin para pembuat sepatu. Mereka menguburkan emas dalam lubang, dan memberi tanda pada tempat emas itu dengan pelangi, dimana berakhirnya pelangi tersebut, maka ada emas. Siapa pun yang mampu menangkap leprekon dan memegangnya erat, maka ia dapat memintanya untuk mnuntun ke adarah ujung pelangi dan tempat harta karun tersebut. Akan tetapi leprekon jauh lebih pandai daripada manusia. Tidak ada manusia yang mampu menemukan gudang emas Leprekon.

Lingkaran Peri
            Kadang-kadang ketika orang berjalan di hutan atau lading, mereka menemukan lingkaran rumput, yang lebih hijau dari lainnya. Mereka menyabutkan ‘lingkaran peri’, dan mereka mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh peri yang menari-nari. Para peri menari di malam hari, dan jika kita menginip mereka, kita dapat mendengar musik mereka dan memperhaikan mereka menari. Akan tetapi siapa pun yang ikut serta kan terkutuk. Para peri hidup di luar ukuran ‘waktu’ manusia : satu menit, jam dan hari tidak punya arti dalam dunia peri. Pada waktu kita selesai menari dan pulang ke rumah, kita mungkin akan mengetahui yang kita kira hanya semalam itu ternyata 50 tahun atau 100 thn. Rumah kita, keluarga, dan teman-teman sudah tidak ada, dan tak seorang pun akan mengenali kita, dan dahi kita akan berkerut, kita menjadi tua yang berambu putih seperti salju.



             

Pandora

              Salah satu legenda yang dipercaya oleh orang Bumi dan masih menyimpan misteri. Kotak Pandora dipercaya sebagai pembawa bencana bila dibuka. Tapi sebenarnya apa sih yang ada didalamnya? Apa yang berada di dalam kotak sekecil itu dan kemudian menyebar terus-menerus hingga ke seluruh sudut dunia   
Pandora, dalam mitologi Yunani, adalah wani pertama yang diciptakan. Zeus, raja para dewa,membentuknya dari tanah liat dan memberinya napas kehidupan. Semua dewa memberinya hadiah : kecantikan, kepandaian, kekayaan. Ia memperoleh banayak sekali hadiah sehingga para dewa menyebutnya Pandora, yang artinya “semua hadiah”.
            Sayangnya selain memiliki hadiah-hadiah yang baik, Pandora juga diberi dua hadiah jelek : tidak patuh dan ingin tahu. Zeus memberinya sebuah kotak kayu yang dihiasi dengan emas dan diikat dengan benang perak. Zeus berpesan untuk tidak membuka tali perak tersebut. Kotak itu menyimpan rahasia dan ia tidak boleh membukanya. Mula – mula Pandora patuh, akan tetapi dengan berlalunya hari dan minggu, ia mulai gelisah ingin tahu. Ia memain-mainkan benang perak itu, menariknya dan memutarnya untuk melihat apakaj ikatannya akan lepas.



            Tiba – tiba benang itu lepas, tutup kotak terbuka dan sekelompok serangga penyengat terbang keluar, membuat langin menjadi gelap. Serangga tersebut merupakan segala kesusahan bagi dunia. Zeus telah menyembunyikan serangga tersebut dalam kotak, dan Pandora melepaskannya. Serangga tersebut menetap di setiap pojok dunia, dan menjadi wabah bagi umat manusia sejak itu.
            Pandora duduk dan menangis tersedu, dengan kotak tersebut di pangkuannya. Kemudia ia melihat bahwa kotak itu tidak benar-benar kosong. Di salah satu pojoknya ada serangga yang amat kecil, kecil seperti bintik. Namanya adalah Hope (harapan). Yang membuat manusia di bumi bisa bertahan hidup hingga saat ini. Seperti kata pepatah bumi, selama masih ada harapan banyak jalan yang membentang.
            Pandora mengambilnya dengan hati-hati, dan memegangnya ditelapak tangannya sambil serangga itu mengumpulkan kekuatannya. Kemudian Pandora meniupnya pelan-pelan ke udara. Si Hope terbang dengan aman, dan dari waktu ke waktu Hope mendarat pada makhluk yang beruntung dan membantu mereka dalam permasalahannya.